Mitos - Mitos Dalam Trading Saham
Cari Berita

Mitos - Mitos Dalam Trading Saham

Tabloid Internet
Senin, 29 Oktober 2018

Didalam trading saham terdapat banyak sekali mitos-mitos dan saya akan mencoba untuk membahas itu satu persatu. Karena begitu penting dipahami supaya pada saat terjun dalam dunia trading, anda tidak terjebak oleh mitos tersebut. Untuk lebih jelasnya silahkan simak Mitos-mitos dalam trading saham berikut ini.

Didalam trading saham terdapat banyak sekali mitos-mitos dan saya akan mencoba untuk membahas itu satu persatu.
Ada mitos dalam trading saham, Percaya atau tidak?

1. Semakin murah saham semakin baik.


Satu hal yang pasti, saya tidak pernah membeli saham sebaik apapun fundamental saham tersebut apabila dia sedang bergerak dalam trend turun.
Kecuali anda adalah seorang yang mengerti apa yg anda lakukan dan telah melakukan riset mendalam pada saham tersebut.Sebaiknya menghindari membeli saham yang sedang berada di dalam trend turun.

2. Semakin banyak indikator untuk konfirmasi entry semakin baik.


Banyak yang memasang 4-5 indikator atau lebih di chart seperti MACD, Stochastic, Bollinger , MA , dll dan menunggu keempatnya konfirmasi baru masuk.

Well saya selalu percaya bahwa semakin simple suatu trading itu semakin baik.

apabila anda terlalu banyak memasukkan indikator maka itu akan pertama membingungkan anda, apabila mis. antar satu indikator dengan indicator lain saling berlawanan.Maka indicator mana yang anda percayai.

Kedua apabila anda memasukan banyak indicator maka anda justru membuat suatu perbedaan sendiri diantara trader lain. Sebuah indicator akan bermanfaat apabila digunakan oleh orang lain bukan secara bersama - sama bukan?

3. Terdapat suatu indicator yang akurat dalam trading saham.


Dalam trading saham saya tidak pernah menemukan sebuah indicator yang benar - benar akurat dalam menganalisa suatu pergerakan. Yang ada adalah permainan dari propabilitas.Indicator hanyalah alat membantu kita untuk membaca pergerakan dari saham.

Jadi berhentilah untuk mencari suatu indicator yang "fool proof" karena itu tidak ada.

4. Harga saham saya pasti akan balik kembali.


Saya mempunyai seorang teman yang membeli UNSP pada harga 2400 an pada tahun 2008 dan sampai sekarang masih menyimpan saham tersebut.(berada di harga 500 padea saat saya menulis ini) 
Ini dilakukan karena dia beranggapan bahwa harga saham walaupun turun pasti akan balik lagi.Pada saat saham dia turun 5-6% dia tidak melakukan cut loss karena dia mempunyai pikiran tersebut.

Dia mempunyai rencana untuk take profit apabila harga saham naik 10% namun sayangnya dia tidak punya rencana untuk Cut Loss.

Kesimpulan

Jadi pelajarannya adalah buatlah rencana untuk take profit, tapi jangan lupa untuk membuat rencana untuk cut loss apabila saham kalian tidak lagi bergerak sesuai dengan perkiraan kalian. Jangan terpaku pada mitos yang sering diungkit dalam trading saham, usahakan jeli dalam hal itu yah.